Frugal Living, Strategi Mengelola Aset Ataukah Life style

Penulis

  • Kuni Zakiyah STAI Al Akbar Surabaya

Kata Kunci:

frugal living, life style, ekonomi Islam

Abstrak

Harga-harga barang yang mahal dan bahkan disebut tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah merupakan dampak dari penerapan ekonomi kapitalis. Frugal living dapat diartikan sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap sejumlah uang yang digunakan untuk konsumsi. Namun, secara konsep diartikan sebagai gaya atau cara dalam mengalokasikan sejumlah dana sesuai kebutuhan sehingga tidak berlebihan. Melalui gaya hidup frugal living, orang akan menggunakan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhannya. Setiap pengeluaran akan dipertimbangkan secara sadar, serta dengan analisis dan strategi yang cukup matang untuk menggunakan sejumlah uang dalam bertransaksi. Secara sekilas, frugal living memang seolah merupakan solusi kreatif di tengah himpitan ekonomi saat ini. Namun, jika kita cermati, kemunculan frugal living ini didorong oleh kesulitan memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang mahal yang tidak terjangkau mayoritas masyarakat, seperti rumah dan mobil. Selain itu, sebagian orang mengadopsi frugal living sebagai reaksi dari gaya hidup hedonistik dan konsumtif dari kaum sosialita yang meluas di tengah masyarakat. Sesungguhnya, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan aturan yang sangat lengkap dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk terkait pembelanjaan harta. Islam memerintahkan keluarga muslim untuk mengatur keuangan agar tidak terjebak pada pembelanjaan yang diharamkan atau tidak disukai Allah Ta’ala

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-31